THR SUAMIKU BUKAN UNTUKKU (KARENA AKU HANYA MENANTU) 2
Part#9a
"Jihan... kamu bisa pulang sekarang? Emakmu drop, Ji. Tadi pingsan di ka mar mandi. Kakinya yang bengkak itu sepertinya infeksi. Ini baru saja dibawa ke puskesmas, tapi dokter bilang harus dirujuk ke rumah sakit daerah. Butuh biaya administrasi dan penunggu," suara Mbak Lastri terdengar panik di seberang sana.
Air mataku luruh seketika. "I-iya, Mbak. Jihan usahakan pulang hari ini juga. Tolong jaga Emak dulu ya, Mbak."
Aku menutup telepon dengan tangan gemetar. Tanpa pikir panjang, aku langsung menghampiri Mas Rafi yang sedang asyik memoles motornya di teras rumah.
"Mas... Mas Rafi," panggilku parau.
Mas Rafi menoleh, mengerutkan kening melihat wajahku yang sembap. "Ada apa, Ji? Jangan bilang mau ribut soal u ang lagi. Mas lagi pusing buat persiapan Lebaran."
"Emak, Mas. Emak kritis. Aku harus cepat-cepat pulang ke kampung hari ini juga. Tolong, Mas... kali ini saja, izinkan aku pulang dan bantu biayanya," aku memohon, nyaris bersimpuh di depannya.
"Pulang? Kamu sadar nggak sih. ini udah dekat lebaran? Tiket susah, harganya juga pasti mahal!”
"Mas, aku nggak minta banyak. Cuma seju ta, Mas! Tolong aku kali ini saja, Mas…”
“Nggak bisa, Jihan. Mas nggak ada u ang!”
“Gelang ibu yang baru mas beli kemarin itu, apa nggak bisa dialihkan buat menolong emak? Emak butuh pengobatan dan orang yang harus nungguin selama di rumah sakit, Mas!" suaraku meninggi, memecah ketenangan sore itu di lingkungan rumah kami.
Mas Rafi langsung melotot, ia melangkah mendekat dan mencengkeram lengan bawahku, seolah ingin membungkam suaraku.
"Kecilkan suaramu, Jihan! Kamu mau, tetangga dengar kalau kita ini lagi ribut soal u ang? Kamu mau bikin Mas malu?”
"Malu?” Aku menepis tangannya. "Emak itu yang melahirkan aku, yang merestui kita saat Mas datang ke kampung dengan janji-janji manis bakal bahagiakan aku. Sekarang, aku tagih janji kamu, Mas!”
Ibu Mertua yang mendengar keributan itu keluar dari rumah, diikuti Rena yang sedang asyik scrolling ponsel.
"Ada apa ini? Kenapa kalian ribut? Ganggu orang istirahat aja," cetus Ibu Mertua.
"Ini Bu, Jihan mau pulang kampung katanya. Emaknya sakit. Aneh-aneh aja, mau lebaran kok malah mau pergi," lapor Mas Rafi pada ibunya.
Ibu mertua mendengus keras, ia melipat tangan di da da dengan angkuh. "Halah, Jihan. Namanya juga orang tua, ya sakit-sakitan itu wajar. Paling juga emakmu itu melebih-lebihkan, biar kamu kirim uang yang banyak buat lebaran. Lagian, kalau kamu pulang sekarang, pesanan kue lapis Ibu yang harus diantar besok pagi, siapa yang mau bikin kalau bukan kamu? Ibu sudah terima depe-nya. U angnya juga sudah ibu pakai buat beli baju Lebaran Roni. Kalau kamu nggak bikin kue itu, ibu mau balikin u angnya pakai apa?"
Aku menatap Ibu mertua tak percaya. Di saat aku mengkhawatirkan kondisi emak yang lagi sakit parah, ibu mertua malah memaksa aku bikin kue lapis demi baju lebaran-nya Roni?
“Lagi pula, siapa yang mau urus rumah kalau kamu pergi nanti, Ji?"
"Mas, ini soal nyawa Emak! Soal rumah, kan ada Rena dan Rara, mereka itu sudah besar!”
"Halah! Kamu tahu sendiri mereka nggak bisa apa-apa. Lagian, Ibu itu lagi masa penyembuhan maag, gara-gara masakan kamu kemarin. Kalau kamu pergi, siapa yang masakin Ibu sahur dan buka? Siapa yang urus tetek bengek keperluan rumah, pas lebaran nanti?"
Ibu mertua berkacak pinggang. "Nggak bisa! Jihan, kamu itu harus bikin kue pesanan teman-teman Ibu juga. Kalau kamu pergi, muka ibu mau ditaruh di mana? Ibu sudah janji kue itu jadi sebelum lebaran !"
"Tapi Bu, Emak pingsan! Harus dirujuk ke rumah sakit!" teriakku frustrasi.
"Halah! Paling itu cuma trik biar dapet u ang Lebaran," timpal Rena lagi, tanpa dosa. "Mbak, mbok ya tahu diri, dong! Mas Rafi itu lagi banyak pengeluaran buat zakat dan sedekah keluarga kita, biar dipandang sama orang kantor. Kalau sampeyan pulang dan tetangga tahu kita nggak barengan pas Lebaran, nanti dikira rumah tangga Mas Rafi retak. Mas Rafi kan baru saja naik jabatan."
THR Suamiku Bukan Untukku (Karena Aku Hanya Menantu)
Dhea Sukma
KBM apps





























































