[Alexa Saraphine eps 2]: Pito, Sang Pemandu Merah

DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]

✨Pagi menjelang. Alexa dan Ibu Rose White berdiri di tengah hiruk pikuk Stasiun Kereta Strasbourg. Udara dingin menusuk, namun semangat Natal terasa hangat dari pasar-pasar yang mulai dibangun di sekitar katedral.

​"Strasbourg di bulan Desember benar-benar magis," kata Alexa, menghirup aroma bredele (kue kering Natal khas Alsace).

​Tiba-tiba, sebuah suara cempreng dan bernada robotik menyela, "Magis! Tapi Liman lebih magis! Kenapa Liman diganti Pito? Pito tidak tahu apa-apa!"

​Suara itu berasal dari bahu Alexa. Di sana, bertengger seekor burung Kakatua (Kaktua) berwarna merah cerah. Itulah Pito, robot pendamping baru Alexa. Ibu Rose White—yang ternyata adalah seorang ilmuwan brilian—telah berhasil mengekstrak elemen inti Liman yang rusak dan memasukkannya ke dalam casing robot Kakatua ini.

​"Pito, Ibu Rose White sudah menjelaskan. Tubuh Liman hancur total, hanya intinya yang tersisa," ujar Alexa lembut. "Dan Pito, kamu sangat lucu."

​Pito memiringkan kepalanya yang berbulu merah. "Lucu adalah data yang tidak relevan. Target! Kita harus mencari Ayah, Mr. Jack Saraphine. Petunjuk 3:4! Pito sudah memindai semua bangunan di radius 5 km, tidak ada yang berkoordinat 3:4!"

​Ibu Rose White tersenyum sambil membenarkan sarung tangannya. "Pito, 3:4 itu mungkin bukan koordinat. Ingat, Jack S. adalah seorang arsitek yang menyukai detail visual. Kita harus mencari apa yang berhubungan dengan arsitektur kuno di kota ini yang memiliki rasio 3:4."

​Mereka berjalan menuju pusat kota tua. Katedral Strasbourg menjulang tinggi, dan Rumah-rumah setengah kayu (Half-Timbered Houses) berjejer rapi.

​Saat mereka melewati sebuah toko buku tua, Pito tiba-tiba berteriak dengan suara keras:

​"Kode terdeteksi! Mata Pito mendeteksi sesuatu! Cek jendela toko buku itu, cepat!"

​Di jendela toko buku tersebut, bukan buku yang menarik perhatian, melainkan sebuah bingkai foto kayu yang memajang foto keluarga yang kabur. Foto itu dibingkai dalam bentuk persegi panjang yang aneh.

​Alexa mendekat dan melihat kebingkai itu. Ukurannya tampak tidak proporsional. Namun, begitu Ibu Rose White mengeluarkan pita ukur kecilnya, hasilnya membuat mereka tertegun.

​"Tingginya 24 inci, lebarnya 18 inci," bisik Ibu Rose White.

​Alexa dengan cepat menghitung. "24 dibagi 18... disederhanakan menjadi 4:3. Kebalikannya dari 3:4!"

​Pito, si burung kakatua merah, menepuk sayapnya di bahu Alexa. "Bingo! Ayahmu pasti suka bercanda! Sekarang, apa yang ada di balik bingkai foto itu? Pito curiga itu bukan foto biasa#lemon8indonesia #ceritafiksi #SetujuGak #alexasaraphine #HidupHemat

2025/12/12 Diedit ke

... Baca selengkapnyaDalam kisah fiksi ini, kemampuan Pito sebagai robot pendamping sangat membantu Alexa dan Ibu Rose White dalam mengurai petunjuk misterius yang berasal dari suara cempreng itu. Suara unik yang mengganggu namun penuh makna ini memperkuat unsur misteri dan intrik dalam cerita. Sebagai pembaca, saya merasa bahwa kehadiran Pito dengan ciri khas suara robotik dan pengetahuan data yang luas menambah warna tersendiri pada cerita. Ia tidak hanya lucu, tapi juga sangat informatif sehingga membuat pencarian Ayah Alexa jadi menantang dan menarik. Penggambaran suasana Strasbourg saat musim Natal juga sangat kuat, membawa pembaca seolah-olah ikut merasakan udara dingin yang menusuk dan kehangatan suasana pasar Natal yang ramai. Detail tentang bredele, kue kering khas Alsace, menambah keaslian lokasi cerita. Misteri suara cempreng ini sepertinya bukan sekadar gangguan biasa, melainkan kunci penting yang menuntun pada petunjuk berikutnya. Saya percaya suara tersebut membawa pesan tersembunyi yang harus dipecahkan bersama-sama dengan unsur-unsur arsitektur di kota tua itu. Jika kamu pernah merasakan penasaran dengan suara aneh yang muncul tiba-tiba, kisah ini bisa mengingatkan bahwa suara terkecil pun bisa menjadi petunjuk penting dalam sebuah petualangan. Cerita ini juga mengajarkan bahwa dalam situasi sulit, mengombinasikan teknologi (robot Pito) dan ilmu pengetahuan (Ibu Rose White sebagai ilmuwan) adalah strategi yang efektif untuk menyelesaikan masalah secara kreatif. Saya tertarik melihat kelanjutan langkah mereka dalam mengungkap misteri ini.

Posting terkait

#alphaglowhite #whiteinc
Sa

Sa

0 suka

awal manis akhir pahit
ada satu desa bernama mangelang dan ada satu tim yang bernama garuda wisnu satria muda dan disitu lah mulain ada nama gsky dan ada tim tim nya sendiri 1 tim mempunyai 1 chenel dan yg kesatu yg bernama gwsm yg kedua srotop tv yg ke tiga yg bernama kusumawara official dan yg terakhir yg bernama y2k
Indah Septiani

Indah Septiani

2 suka

Gambar kartun menampilkan Alexa dan robot serigala LiMAN di tengah reruntuhan kota. Drone pengintai pemerintah menembakkan sinar biru, sementara LiMAN memancarkan energi biru, mengelabui drone tersebut dalam suasana distopia.
ALEXA 15/7 PELARIAN LIMAN
PELARIAN LIMAN: Mengelabui Mata Pemerintah ​ Cerita ini adalah karya fiksi yang ditulis berdasarkan ide dari user dan tidak memiliki kaitan dengan tokoh, tempat, atau kejadian nyata manapun. ​Alarm LiMAN berdering keras, memecah keheningan di gang gelap Sektor Bawah. Tiga drone pengintai rampi
raniabiru

raniabiru

1 suka

Kinara dan Rania berdiri di gunung bersalju, membebaskan Tante Adelia yang terantai dari Penyihir Jahat. Cahaya multi-warna dari Lima Pusaka, termasuk naga emas Nirmala, menyelimuti Adelia, mengusir Penyihir Jahat yang gelap.
Si kembar[Epi 25]: Lima Pusaka Pembebasan
Cerita ini adalah karya fiksi yang murni merupakan imajinasi penulis. Antagonis utama kini terungkap sebagai Adelia, Tante dari si kembar. ✨Kinara dan Rania akhirnya berhadapan dengan Tante Adelia di Puncak Gunung Angin Beku, tempat di mana kekuatan kegelapan Tante Adelia paling kuat. Tante Adeli
raniabiru

raniabiru

1 suka

Alexa berlutut di lab ayahnya yang usang, menangis sambil memegang inti LiMAN yang bercahaya biru. Ibunya, Rose White, berdiri di ambang pintu dengan ekspresi cemas dan lega. Sebuah hati merah muda melayang di udara.
ALEXA 19/7] DETIK TERAKHIR: Pendaratan di Lab
*Pendaratan di Lab dan Kehilangan ​Cerita ini adalah karya fiksi yang ditulis berdasarkan ide dari user dan tidak memiliki kaitan dengan tokoh, tempat, atau kejadian nyata manapun. ​Putaran waktu terasa kejam. Alexa terlempar melintasi dimensi dengan kecepatan cahaya, namun setiap detik dipenuhi
raniabiru

raniabiru

0 suka

Dua wanita, Alexa dan Ibu Rose White, berada di toko buku bersalju. Alexa memegang bingkai foto kosong berukir, sementara Ibu Rose White memegang secarik kertas. Burung beo robot Pito bertengger di bahu Alexa. Di luar jendela, Katedral Strasbourg terlihat.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (Seri 2 epi. 3)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menye
raniabiru

raniabiru

1 suka

Ilustrasi chibi menunjukkan Alexa dan Ibu Rose White menangis, berlari di tengah salju lebat. Ayah Alexa, Jack Saraphine, berdiri di depan gereja Fraumünster dengan titik laser merah di dada. Burung Pito menciptakan tirai asap untuk membantu mereka melarikan diri.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 11)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menye
raniabiru

raniabiru

1 suka

Dua karakter, Alexa dan Ibu Rose White, berada di dalam kereta api. Alexa mengenakan topi merah dan kacamata, tampak khawatir, dengan seekor burung merah (Pito) di bahunya memancarkan sinar laser hijau. Di luar jendela terlihat pegunungan bersalju di malam hari. Terdapat tulisan 'EPISODE 9'.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 - ep. 9)
​[DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang men
raniabiru

raniabiru

1 suka

Ilustrasi kartun menunjukkan Alexa memanjat tangga dari helikopter di atas Castel Sant'Angelo, Roma, pada malam hari. Pito, robot kecil, melayang di sampingnya. Kota Roma yang terang benderang dan bulan purnama terlihat di latar belakang, menggambarkan pelarian mereka.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 epi 14)
​[DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.] ✨​Bab 14: Pelarian di Bawah Cahaya Bulan Rom
raniabiru

raniabiru

1 suka

Alexa, mengenakan jaket dan topi merah, melihat melalui teropong koin di tepi Danau Zurich yang bersalju. Burung kardinal Pito bertengger di topinya, memancarkan laser hijau ke seberang danau, mengarah ke sebuah bangunan. Di atas terdapat spanduk 'EPISODE 10'.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 10)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menye
raniabiru

raniabiru

1 suka

Ilustrasi kartun menunjukkan Alexa dan robot Pito di dalam perisai energi biru, dikelilingi rak server dengan layar data. Tiga agen berjas hitam menyerbu melalui pintu lengkung. Di atas, spanduk bertuliskan 'EPISODE 13'.
Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 13)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menye
raniabiru

raniabiru

1 suka