Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 - ep. 9)
[DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]
✨
Bab 9: Kejar-kejaran Menuju Perbatasan Swiss
Suasana di Stasiun Freiburg sangat mencekam. Salju turun semakin lebat, menutupi jejak kaki Alexa dan Ibu Rose White yang berlari menuju peron kereta api cepat tujuan Zurich. Dua pria berjas hitam dari organisasi musuh—yang ternyata adalah agen suruhan teman lama ayah Alexa yang berkhianat—terus membuntuti mereka.
"Pito! Cari gerbong yang paling tidak mencurigakan!" perintah Alexa sambil menarik kopernya.
Pito terbang tinggi, memindai panas tubuh di sekitar peron. "Pito mendeteksi pengejar di sektor B! Cepat masuk ke Gerbong 4, pintu akan tertutup dalam 30 detik!"
Mereka melompat masuk tepat saat pintu kereta mendesis tertutup. Kereta mulai bergerak cepat meninggalkan Freiburg. Namun, ketenangan itu hanya sesaat. Pito memberi peringatan darurat: "Bahaya! Pito mendeteksi sinyal radio ilegal dari gerbong belakang. Mereka ikut naik ke kereta ini!"
Ibu Rose White segera mengambil posisi waspada. "Alexa, mereka tidak akan menyerang secara terang-terangan di depan umum. Mereka menginginkan flash drive itu sebelum kita sampai ke Swiss. Kita harus berpindah gerbong."
Di tengah perjalanan yang indah melintasi pegunungan salju, aksi kejar-kejaran kucing dan tikus terjadi di dalam kereta. Alexa menggunakan kacamata inframerah barunya untuk melihat pergerakan musuh melalui dinding gerbong.
"Mereka ada di gerbong restorasi, Ibu! Mereka membawa alat pelacak sinyal laptop kita," bisik Alexa.
"Pito punya ide!" seru robot kecil itu. "Pito akan memancarkan sinyal palsu ke arah berlawanan untuk mengecoh alat mereka!"
Siasat Pito berhasil. Saat para pengejar bergerak ke arah gerbong paling belakang karena tertipu sinyal palsu, Alexa dan Ibu Rose White segera bersiap turun di stasiun perbatasan kecil, Basel.
Begitu kereta melambat di Basel, mereka tidak keluar melalui pintu utama, melainkan melompat keluar melalui pintu darurat saat kereta hampir berhenti sempurna. Di bawah kegelapan malam dan dinginnya udara perbatasan, mereka melihat papan nama bertuliskan: "Willkommen in der Schweiz" (Selamat Datang di Swiss).
"Kita sudah di Swiss," napas Ibu Rose White terengah-engah, uap putih keluar dari mulutnya. "Tapi jangan senang dulu. Zurich masih beberapa jam lagi, dan mereka pasti sudah menyebar foto kita di setiap pos penjagaan."
Alexa menggenggam kalung liontinnya. "Kita harus sampai ke Zurich sebelum tanggal 20. Ayah menunggu di sana."#lemon8indonesia #GoodBye2025 #alexasaraphine #ceritafiksi #RahasiaDalamHubungan






































