Alexa: Misi Natal di Benua Biru (2 ep. 10)
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]
✨Bab 10: Sandi Rahasia di Danau Zurich
Setelah pelarian dramatis dari perbatasan, Alexa, Ibu Rose White, dan Pito akhirnya tiba di Zurich, Swiss. Kota ini sangat indah dengan lampu-lampu Natal yang memantul di permukaan air danau yang tenang. Namun, kecantikan itu menyembunyikan bahaya; musuh kini lebih waspada karena mereka tahu Alexa sudah memegang kunci bukti pengkhianatan pusat.
"Kita punya waktu sampai tanggal 20 Desember untuk menemukan lokasi tepatnya," kata Ibu Rose White sambil menatap jam tangan agennya.
Pito terbang rendah di atas permukaan Danau Zurich yang membeku sebagian. "Pito mendeteksi sinyal frekuensi rendah dari dermaga nomor 7! Sinyal ini identik dengan pola komunikasi yang biasa digunakan Mr. Jack S.!"
Mereka menuju dermaga tersebut. Di sana, terdapat sebuah teropong koin kuno yang menghadap ke arah pegunungan Alpen. Alexa melihat ada goresan kecil di badan teropong itu: sebuah lambang bunga Edelweiss dan angka "20:12".
"Bunga Edelweiss adalah favorit Ayah," bisik Alexa. "Dan 20:12... itu bukan jam, tapi tanggal hari ini dan nomor loker di stasiun pusat!"
Alexa segera memasukkan koin ke teropong itu. Melalui lensa, ia tidak melihat pegunungan, melainkan sebuah pantulan laser dari sebuah gedung tua di seberang danau. Laser itu membentuk pola kode morse yang terus berulang.
"Pito, terjemahkan!" perintah Alexa.
"Kode morse berbunyi: 'Angsa putih tidak pernah sendirian. Temui aku di bawah bayang-bayang Fraumünster saat lonceng berbunyi dua kali.'"
Ibu Rose White tampak tegang. "Fraumünster adalah gereja dengan jendela kaca patri yang terkenal. Itu tempat yang sangat terbuka, Alexa. Ini jebakan atau memang Ayahmu ingin kita terlihat?"
Tiba-tiba, Pito memberi peringatan merah. "Awas! Drone pengintai musuh mendekat dari arah jembatan!"
Mereka harus bergerak cepat di antara kerumunan pasar Natal Zurich. Alexa memegang erat flash drive yang kini menjadi satu-satunya harapan untuk membersihkan nama ayahnya. Di kejauhan, menara gereja Fraumünster menjulang tinggi, menanti mereka dalam misteri yang semakin memuncak menuju tanggal 25 Desember#lemon8indonesia #alexasaraphine #GoodBye2025 #QuotesLemon8 #ceritafiksi








































