BIARKAN AKU PERGI (12)
12
Saat jam pulang kerja aku bergegas pulang ke rumah. Sore ini Nabila dan keluarganya harus segera aku pindahkan. Aku tidak mau mengambil risiko jika sewaktu-waktu Fahira datang dan ada Nabila di rumah kami.
Saat aku masuk rumah, aku hanya melihat rumah berantakan. Lantai terasa kasar karena belum tersapu dan dipel. Apalagi di ruang makan, kemasan makanan bekas delivery dibuang begitu saja berantakan di tempat sampah. Belum lagi wastafel yang masih penuh dengan gelas-gelas kotor. Pemandangan yang jarang kutemui jika ada Fahira.
Segera kuminta Nabila dan papa-mamanya berkemas, karena kita akan segera pindah.
Rumah yang tadi dibersihkan oleh orang suruhan satpam sudah bersih dan rapi. Perabot yang kami beli pun sudah tersusun rapi dan siap ditempati. Sayangnya, aku sudah tak minat lagi tinggal di rumah kedua ini.
“Mas, kamu mau kemana?” tanya Nabila saat aku beranjak dari rumah keduaku usai menge-drop mereka. Aku tak ingin berlama-lama. Urusanku mencari Fahira belum selesai.
“Aku mau cari Fahira. Jika dia belum ketemu, aku tak akan menginap di sini bersamamu,” sahutku.
Tak lupa kutinggalkan ATM yang sudah kuisi jatah bulanan untuk Nabila.
“Mas, tidak bisa begitu. Aku kan istrimu. Kamu juga harus tinggal di sini. Bukankah kamu janji bersikap adil?” ujar Nabila.
Hah? Adil? Mengapa dia mengingatkan keadilan di saat aku bahkan sedang kehilangan istri tercintaku.
Aku tak peduli dengan kata-kata Nabila. Saat ini pikiranku hanya satu, mencari Fahira sampai ketemu. Aku tidak ingin kehilangan Fahira, sampai kapanpun.
Drtttt. Ponselku bergetar saat aku hendak duduk di belakang kemudi.
Sebuah pesan dari Faisal? Padahal, hampir tak pernah kami berinteraksi dengan ponsel selama ini.
[Jika sampai aku lebih dulu menemui Fahira, kupastikan dia tak akan kembali padamu!]
Aku terkesiap. Apa maksudnya? Apakah Faisal mengenal Fahira?
Bersambung
Baca selengkapnya di KBM app
Judul: BIARKAN AKU PERGI
Nama Penulis: ET. Widyastuti
YUK BACA






















































