Alexa 2: Misi Natal di Benua Biru -ep.4
DISCLAIMER: Cerita ini adalah karya fiksi murni dan imajinasi kolektif. Nama karakter, plot, dan peristiwa di dalamnya tidak ada kaitannya dengan dunia nyata. Jika terdapat kemiripan nama tempat, lokasi, atau kejadian di dunia nyata, itu hanya kebetulan semata dan tidak disengaja. Gambar yang menyertai cerita ini adalah ilustrasi fiksi dengan watermark 'by CR'.]
✨Bab 4: Bayangan Raksasa dan Mawar Putih
Angin dingin dari Sungai Ill menerpa wajah Alexa. Dia dan Ibu Rose White kini berdiri di jembatan kecil yang melintasi sungai di area yang dikenal sebagai La Petite France. Di kejauhan, menara Katedral Strasbourg—Sang Raksasa—menjulang tinggi, bayangannya memanjang dan jatuh tepat di pertemuan Sungai Ill dan Sungai Rhine (meskipun pertemuan itu sedikit lebih jauh, petunjuk ini jelas merujuk pada area ini, di mana pengaruh kedua sungai terasa).
"Kita ada di sini. Di mana Ill dan Rhine bertemu," bisik Alexa, merasakan getaran misteri di udara.
Pito, robot kakatua merah, terbang berputar-putar. "Cari! Cari! 'Di mana Rhine dan Ill bertemu, dalam bayangan raksasa, kau akan menemukan langkah berikutnya!' Pito sedang memindai area bayangan Katedral!"
Bayangan Katedral saat itu jatuh ke sebuah dermaga kecil yang sudah jarang digunakan, tempat perahu-perahu tua ditambatkan. Di sudut dermaga itu, ada sebuah bangku batu yang sudah dipenuhi lumut, tepat di bawah pohon Natal kecil yang dihias dengan lampu-lampu sederhana.
Ibu Rose White menunjuk bangku batu itu. "Jack S. selalu suka tempat yang tenang dan tak terduga. Itu dia."
Mereka mendekati bangku batu. Pito mendarat dan mulai memindai bagian bawah bangku itu.
"Struktur logam terdeteksi! Ada sesuatu yang menempel di bawah bangku! Bentuknya... kotak korek api!" seru Pito.
Alexa berlutut dan meraba-raba di bawah bangku. Tangannya menyentuh sebuah kotak logam kecil yang direkatkan erat. Dengan bantuan Ibu Rose White, mereka berhasil membukanya. Di dalamnya, bukan korek api, melainkan sebuah Liontin Mawar Putih yang terbuat dari perak kusam, dan sehelai kain sutra kecil.
"Liontin Mawar Putih!" kata Alexa, mengingat kode pertama yang dikirim Ayahnya: "...where the White Rose sleeps." "Ibu Rose White, ini pasti berhubungan dengan namamu! Atau mungkin... dengan identitas rahasia Ibu?"
Ibu Rose White terdiam sejenak, sorot matanya yang biasanya tenang kini dipenuhi memori. Dia menggeleng pelan. "Mungkin. Tapi fokus pada kain sutra ini, Alexa."
Di atas kain sutra itu, ada gambar sketsa sebuah bangunan kuno yang sangat spesifik, sebuah kastil di atas bukit bersalju. Di bawah gambar itu, hanya ada satu kata yang tertulis:
Heidelberg
"Heidelberg?" ulang Alexa. "Itu di Jerman! Kita harus menyeberang Rhine!"
"Perjalanan semakin jauh dan semakin dingin," kata Ibu Rose White, meremas Liontin Mawar Putih itu sejenak sebelum memberikannya pada Alexa. "Heidelberg adalah kota universitas tua yang indah, dan kastilnya adalah salah satu yang paling romantis di Jerman. Jack S. pasti meninggalkan petunjuk di sana."
Pito mengangguk-angguk di bahu Alexa. "Heidelberg terdeteksi! Jarak 140 km! Pito siap untuk perjalanan kereta selanjutnya! Siap mencari tahu mengapa mawar putih tidur di Heidelberg!"#lemon8indonesia #alexasaraphine #AkuPernah #ceritafiksi #ViralTerbaru



![Alexa: Misi Natal di Benua Biru [2 ep. 5]](https://p16-lemon8-sign-sg.tiktokcdn.com/tos-alisg-v-a3e477-sg/oQrxIccDmDEGXjAaA1FsBtpAB9hgkC1PQCf1fE~tplv-sdweummd6v-shrink:640:0:q50.webp?lk3s=66c60501&source=seo_middle_feed_list&x-expires=1808805600&x-signature=ESsOgaPGQUoedZEyMXlHZRgVc5U%3D)












































